Rumah Belajar Mentari: Hangat dan Seru

oleh Tim Petualangan Banyu

Tanggal 10/12/2015

Pada hari Kamis tanggal 19 November 2015, kami kembali mengaktifasi modul Petualangan Banyu di rumah belajar Mentari. Lokasi rumah belajar Mentari berada di desa Ciburial kabupaten Dago, dekat dengan Dago Golf maupun Dago Resor. Petualangan Banyu kali ini diikuti oleh 19 adik dan tujuh orang kakak fasilitator. Sesuai dengan komitmen minggu lalu, setiap adik yang datang mengajak satu hingga dua adik baru, sehingga apabila minggu lalu peserta petualangan banyu delapan adik, sekarang mencapai 19 adik, tepatnya 11 adik putri dan 8 adik putra.

Petualangan dimulai dengan mereview kembali tantangan rumah membuat poster kampanye penghematan air. Poster tersebut dibuat oleh dua kelompok, yaitu kelompok yang terdiri dari Salwa, Rima, Handay dan Fani, serta kelompok yang terdiri dari Saskia, Salma, Fitria dan Wulan. Kakak Dennis selaku MC program hari ini mempersilahkan kedua kelompok tersebut mempresentasikan poster karya masing-masing kelompok, hasilnya sangat seru! Dalam poster tersebut anak-anak menceritakan kembali proses perjalanan air dan menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat untuk turut menghemat air dan menjaga sumber air agar tetap bersih dari sampah.
Pada sesi selanjutnya kak Dennis mempersilahkan anak-anak untuk menonton film Petualangan Banyu di Negeri Sampah. Berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya, kali ini kami memutarkan film dengan menggunakan dua buah laptop untuk ditonton bersama secara berhadap-hadapan, kalau istilah bahasa Sundanya adalah “ngariung” bareng sambil menonton film. Dengan setting yang lebih sederhana dan cair seperti ini, ternyata adik-adik tetap mampu menyimak dan menikmati film yang disajikan.

Usai menonton film, kami membagi diri menjadi lima kelompok untuk memulai diskusi membahas isi film tersebut. Diskusi dipandu oleh lembar kerja Petualangan Banyu di negeri sampah yang telah kami unduh sebelumnya di website petualangan banyu. Oh ya, karena kami telah memiliki akun di website Petualangan Banyu (www.petualanganbanyu.com) maka dengan mudah kami dapat mengakses material Petualangan Banyu baik dari paket Air, Sampah maupun Energi. Kembali ke sesi diskusi, pada kesempatan kali ini selain membahas perjalanan sampah serta dampak negatif sampah bagi manusia, kakak-kakak fasilitator juga mencoba mengenalkan konsep 3R yaitu Reduce-Reuse-Recycle atau biasa dikenal dengan mengurangi sampah, menggunakan kembali dan mendaur-ulang. Kakak-kakak lebih banyak menekankan pada pentingnya mengurangi sampah terlebih dahulu, karena akar permasalahan dari persampahan adalah kebiasaan hidup yang banyak menghasilkan sampah.

Pada sesi selanjutnya kak Gio mengajak anak-anak untuk berdiskusi melalui sesi pleno membahas ragam jenis sampah yang umum dijumpai sehari-hari dan bagaimana cara memilah sampah tersebut. Untuk mempertajam pemaparan materi dari kak Gio, kembali kami berdiskusi di kelompok dan mendiskusikan kembali pemilahan sampah sesuai dengan modul panduan pemilahan sampah. Di sesi terakhir, kak Agni menekankan kembali pentingnya untuk memulai langkah-langkah kecil dalam mengurangi dan mengelola sampah, tidak jauh-jauh kak Agni mengajak adik-adik untuk tidak membuang lembar kerja dan panduan pemilahan sampah, itulah hal kecil yang dapat segera dimulai oleh adik-adik dalam mengelola sampah. Kak Agni juga memberi tantangan di rumah agar masing-masing adik mengumpulkan sampah plastik selama seminggu. Tantangan ini bertujuan untuk melihat berapa jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh adik-adik selama seminggu.

Acara petulangan hari ini ditutup dengan penampilan kak Gio dan Kak Rico, mereka berdua menyanyikan lagu untuk mengajak adik-adik menyanyi bersama. Karena masih agak malu-malu, mereka berdua harus mengulang lagunya hingga tiga kali agar adik-adik dapat mendengar lagunya dengan lebih jelas.
Banyak hal baru yang kami pelajari saat menjalankan Petualangan Banyu di komunitas rumah belajar Mentari. Secara umum pelaksanaan program berlangsung dengan setting yang lebih sederhana, hangat dan cair. Dengan jumlah adik yang lebih sedikit dibandingkan di sekolah-sekolah, kami dapat berdiskusi dengan lebih intens bersama adik-adik. Kami juga belajar mendampingi satu komunitas secara berkala dan mengenalkan isu air dan persampahan dengan lebih kontekstual sesuai kondisi yang dihadapi oleh adik-adik di daerah desa Ciburial.


Tulisan ini ditulis oleh Kelompok Petualang Belajar Semi Palar
Untuk Informasi lebih seru silahkan bermain ke halaman KPB Semipalar berikut :
Petualangan Banyu
Mengajar, Bermain, Mengalami (Petualangan Banyu)
Petualangan Banyu Bersama Rumah Belajar Mentari (1) : Negeri Air
Petualangan Banyu Bersama Rumah Belajar Mentari (2): Negeri Sampah

Lihat catatan lainnya

  • Aktivasi Petualangan Banyu Bersama HSBC Indonesia

    Terima kasih kepada HSBC Indonesia yang sudah mendukung adanya Program Aktivasi Petualangan Banyu selama ini, juga rekan-rekan Saung Palakali yang turut serta membantu dalam pelaksanaannya. Semoga budaya kolaborasi ini dapat memicu semangat berbagai pihak untuk menyebarkan semangat peduli lingkungan khususnya isu persampahan di Indonesia.

  • LCD Proyektor Kebutuhan Utama

    Masalah sampah menjadi sebuah permasalahan krusial diberbagai daerah, termasuk di Kota Batu. Sebagai kota wisata, kota ini memiliki permasalahan sampah yang lebih kompleks dibandingkan dengan kota-kota lainnya. Jumlah wisatawan yang datang ke kota ini jauh lebih besar ketimbang jumlah penduduk. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk di 24 desa dan kelurahan terdapat 189.281 […]

  • Ikrar Menjaga Lingkungan

    Siswa SDN Tulungrejo 2, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu berikrar menjaga kelestarian sumber air dan menghargai air dengan menorehkan cap tangan komitmen mereka di spanduk. Diantara tawa ceria para siswa, ada komitmen untuk tidak membuang sampah dan menghemat air di rumah mereka. Kebulatan tekad itu mereka buat setelah para siswa diajak untuk mengenal asal usul air […]